Hello, Read carefully and gimme your love :)

Monday, October 28, 2013

Katak Pohon Mutiara



Katak Pohon Mutiara ( Nyctixalus margaritifer )

Postingan ini sebenarnya merupakan tugas dari salah satu mata kuliah saya, saat mencari-cari bahan untuk tugas ini saya cukup kesulitan karena hanya sedikit sekali yang saya dapat. Namun saat bahan ini sudah terkumpul saya membacanya dan terkesima, betapa cantiknya katak ini yang memiliki bintil seperti mutiara. Sayangnya, keberadaan katak ini semakin jarang di habitat aslinya. Yuk dibaca koresksi apa yg kurang dan berlebih, cekidot!


Kingdom           :Animalia
Phylum             :Chordata
Class                :Amphibia
Order                :Anura
Family              :Rhacophoridae
Genus               :Nyctixalus
Spesies            :Nyctixalus margaritifer
Deskripsi
Nyctixalus margaritifer adalah spesies katak dalam keluarga Rhacophoridae . katak spesies kecil nokturnal. Pada katak dewasa warna khas yang terlihat adalah coklat muda atau oranye terang kemerahan dengan bintik-bintik keputihan kecil diseluruh tubuh terutama daerah punggung. Bintik-bintik tersebut membentuk garis putus-putus dari tepi mulut, disepanjang tepi kelopak mata, hingga sisi belakang. Bintik-bintik biasanya pada tuberkel (benjolan kecil berduri). Bagian iris mata mereka berwarna putih sedangkan bagian bawah mata berwarna coklat. Katak ini memiliki kaki belakang yang ramping, dengan jari ujung tangan dan kaki berkembang menjadi bulat atau oval disk, namun tidak jari-jaringan tidak beranyaman dan jari-jari kaki setengah berselaput.
Pada fase larva tubuhnya berbentuk oval berwarna coklat, dengan mata berada diatas kepala (dorsal). Pada berudu terdapat 3 kamar insang disetiap sisi. Warna sirip yang gelap namun lebih terang daripada warna pada bagian ekor.
Habitat
Katak ini pernah ditemukan di hutan primer dan hutan sekunder, di dataran berbukit diatas 700 mdpl. Telur dan berudu biasanya ditemukan dalam rongga pohon yang menahan air (besarnya lebih dari 30 cm).
Penyebaran
Spesies ini terdapat di setidaknya tiga pulau jawa di negara Indonesia. Namun juga ditemukan di Thailand Selatan, Semenanjung Malaysia, Singapura, Kawasan konservasi Sumatera, Kepulauan Mentawai di Indonesia, dan di Palawan Filipina.
Status
Meskipun jangkauan distribusi yang relatif luas, statusnya menurut IUCN Red List terdaftar sebagai “Rentan” akibat kualitas habitatnya menurun dengan cepat karena hilangnya hutan dalam jangkauan luas.